KEGIATAN

Kamis, 03 Maret 2011

SEJARAH GEREJA BAG. PERTAMA

Deuterokanonika adalah buku-buku dalam Kitab Suci Perjanjian Lama, deuterokanonika berartikan "Penetapan Kanon untuk kedua kalinya", karena hanya didapati dalam versi Septuaginta, yaitu terjemahan Perjanjian Lamadalam bahasa Yunani yang diterjemahkan oleh septuaginta = tujuh puluh 70ahli Taurat Yahudi (ref. Surat dari Aristeas) untuk memenuhi kebutuhan orang-orang Yahudi yang berkebudayaan Yunani dalam diaspora di Alexandria sekarang Mesir. Yesus dalam Perjanjian Baru mengutip ayat-ayat Perjanjian Lama dari versi Septuaginta. Disebut dengan istilah deuterokanonika karena perbuatan Martin Luther saat dia mengeluarkan 7 kitab dari daftar kanonVulgata yang berarti digunakan oleh umum. Konsili Trente pada abad ke 16 kemudian menetapkan kanon Kitab Suci untuk kedua kalinya (deutero-kanonika)dengan jumlah kitab yang sama saat dikanonkan pertama kali pada sinoda Nikea pada abad ke 4.
Kitab-kitab yang tergabung dalam kanon ini tidak terdapat dalam kitab-kitab yang diterima oleh konsili para rabi Yahudi di Yamnia (90 M.) sekitar 300 tahun setelah Septuaginta diselesaikan akan tetapi tradisi dari kitab-kitab deuterokanonika seperti perayaan Hanukah (Pendedikasian Bait Allah di Yerusalem) dan sejarah Masada, umat Yahudi menggunakan kisah kejadian keluarga Makabe dalam Perjanjian Lama versi Septuaginta yang mengandung deuterokanonika. Agama Yahudi dan Gereja-gereja Protestan, yang mengikuti kanon Yahudi, tidak mengakui buku-buku ini. Gereja Katolik dan Ortodoksmengakui kanon yang sama.
Kitab-kitab yang tergolong Deuterokanonika adalah:

Meskipun menolak kanonisitas kitab-kitab dalam Deuterokanonika ini, pada umumnya Gereja-gereja Protestan menerimanya sebagai dokumen sejarah yang berharga untuk lebih memahami perkembangan agama Yahudi dan dasar-dasar kekristenan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar